Tampilkan postingan dengan label Kerja Proyek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kerja Proyek. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Oktober 2018

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB TIM KERJA


BAB IV
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB TIM KERJA

4.1.Tugas dan Tanggung jawab Anggota Tim
  1. Secara umum tugas dan tanggungjawab sebagai anggota tim adalah sebagai berikut:
  2. Memelihara kebersamaan dalam tim
  3. Mematuhi dan melaksanakan ketentuan atau norma yang berlaku dalam tim
  4. Merealisasikan tugas dan pekerjaan dengan sebaik-baiknya
  5. Menjaga nama baik dan kerahasiaan tim
  6. Menjamin kelancaran pelaksanaan tugas dan pekerjaan tim
  7. Memberikan kontribusi yang nyata dalam memajukan kerja sama tim
  8. Ikut berpartisipasi dalam pengambilan keputusan tim serta menerima dan melaksanakan keputusan tim dengan penuh keikhlasan dan rasa tanggung jawab.
4.2. Tugas dan tanggung jawab pimpinan tim adalah sebagai berikut:
  1. Kreatif dan proaktif dalam memberikan dukungan terhadap kerja sama tim.
  2. Membimbing dan mengarahkan seluruh anggota dalam pelaksanaan kerja sama tim.
  3. Menanggapi dan menangani setiap permasalahan yang timbul sebagai dampak negatif dari kerja sama tim.
  4. Memikul seluruh tanggung jawab terhadap maju mundurnya kerja sama tim.
  5. Memberikan komando terhadap pelaksanaan tugas dan kegiatan tim.
Dalam hal ini King (seorang ahli manajemen) menganjurkan 10 strategi yang ia sebut “Sepuluh Perintah Tim” (Ten Team Commandment) untuk meningkatkan kineja suatu tim yaitu :
  1. Saling ketergantungan
  2. Perluasan tugas
  3. Penjajaran (alignment)
  4. Bahasa yang umum
  5. Kepercayaan/respek
  6. Kepemimpinan yang dibagi rata
  7. Keterampilan pemecahan masalah
  8. Keterampilan menangani konflik
  9. Penilaian atau tindakan
  10. Perayaan atas kesuksesan tim
Dapat diartikan bahwa suatu pekerjaan akan dapat diselesaikan apabila adanya kerjasama tim. Untuk mewujudkan kerjasama yang baik diantara tim maka sangat diperlukan adanya rasa saling percaya, tanggung jawab, dan rasa saling memiliki.

KEBUTUHAN PELANGGAN


BAB III

KEBUTUHAN PELANGGAN

3.1. Kebutuhan pelanggan adalah keinginan seseorang/lembaga akan barang/jasa yang ditawarkan oleh penjual secara berkesinambungan.
3.2. Spesifikasi, kepuasan yang dicerminkan oleh pemenuhan standar pelayanan prima. membandingkan produk atau kinerja dengan kebutuhan dan harapannya
Ada tiga tingkatan kebutuhan/harapan pelanggan:
1.   Asumsi yaitu, dugaan atau anggapan sementara yang belum terbukti kebenarannya dan memerlukan pembuktian secara langsung.
2.   Spesifikasi, kepuasan yang dicerminkan oleh pemenuhan standar pelayanan prima.
3.   Kesenangan
KEPUASAN PELANGGAN:
1.   tanggapan emosional pelanggan setelah membeli suatu produk barang atau jasa
2.  evaluasi purnabeli terhadap alternative produk barang /jasa yang dipilih dan memenuhi harapan pelanggan, ketidakpuasan timbul jika hasil (out come) tidak sesuai dengan harapan
PANGSA PASAR
Pangsa Pasar adalah strategi pemasaran yang melibatkan membagi target market yang luas ke dalam himpunan bagian dari konsumen, bisnis, atau negara-negara yang memiliki, atau yang dianggap memiliki, kebutuhan umum, kepentingan, dan prioritas, dan kemudian merancang dan menerapkan strategi untuk menargetkan mereka. Strategi segmentasi pasar biasanya digunakan untuk mengidentifikasi dan selanjutnya menentukan target pelanggan, dan memberikan data pendukung untuk elemen rencana pemasaran seperti posisi untuk mencapai tujuan rencana pemasaran tertentu. Bisnis dapat mengembangkan strategi diferensiasi produk, atau pendekatan dibedakan, yang melibatkan produk tertentu atau lini produk tergantung pada permintaan spesifik dan atribut dari target segmen.
FAKTOR-FAKTOR DALAM KEBUTUHAN PELANGGAN
1.FAKTOR EKSTERNAL
a. Keluarga
Keluarga terdiri dari keluarga inti ditambah dengan orang-orang yang mempunyai ikatan saudara dengan keluarga tersebut, seperti kakek, nenek, paman, bibi, dan menantu
b. Kelas Sosial
Pengertian kelas sosial menurut Kotler (1993:225) adalah : “Bagian yang relatif homogen dan bertahan lama dalam suatu masyarakat yang tersusun secara hirarki dan yang keanggotaannya mempunyai nilai, minat dan prilaku yang sama” Lapisan sosial dalam masyarakat dapat terjadi dengan sendirinya dalam proses pertumbuhan masyarakat itu, tetapi ada pula yang dengan sengaja disusun untuk mengejar  suatu tujuan bersama. Alasan yang digunakan bagi tiap-tiap masyarakat berbeda-beda, ada yang berdasarkan pada keturunan, kepandaian, kekayaan dan lain-lain.


c. Kebudayaan
Kebudayaan menurut Kotler ( 1990: 179) adalah : “Faktor penentu keinginan dan perilaku seseorang yang paling mendasar.” Mempelajari perilaku konsumen sama artinya dengan mempelajari perilaku manusia, sehingga perilaku konsumen dapat juga ditentukan oleh kebudayaan, yang tercermin pada cara hidup, kebiasaan dan tradisi dalam memilih bermacam-macam produk di pasar.
d. Kelompok Referensi
Kelompok referensi menurut Kotler dan Armstrong (1997:161) adalah : “Kelompok -kelompok yang memiliki pengaruh  langsung atau pengaruh tidak langsung pada sikap dan prilaku seseorang.” Kelompok referensi mempengaruhi perilaku seseorang  dalam pembelian dan sering dijadikan pedoman oleh konsumen dalam bertingkah laku Anggota kelompok referensi sering menjadi penyebar pengaruh dalam hal selera. Oleh karena itu konsumen selalu mengawasi kelompok tersebut baik prilaku fisik maupun mentalnya. Yang termasuk kelompok referensi ini antara lain; serikat buruh, team olahraga, perkumpulan agama, kesenian dan lain sebagainya.
2.FAKTOR INTERNAL
a. Motivasi
Motivasi menurut Schiffman dan Kanuk (1 991 : 184) adalah : “The driving force within individual that impuls then to action ‘‘ Yang artinya : kekuatan penggerak yang menyebabkan atau memaksa seseorang untuk bertindak atau melakukan kegiatan. Kekuatan penggerak tersebut diakibatkan oleh rasa ketegangan yang merupakan hasil dari akibat tidak terpenuhinya kebutuhan. Setiap manusia secara pribadi baik secara sadar maupun tidak sadar akan berusaha untuk mengurangi rasa ketegangan melalui tingkah laku mereka dalam memenuhi kebutuhannya dan sekaligus untuk mengurangi rasa ketegangan mereka. Seseorang akan mencoba memuaskan kebutuhan yang pertama seperti makan, minum dan tempat tinggal Apabila kebutuhan yang pertama sudah terpenuhi, barulah ia akan mencoba untuk memenuhi kebutuhan yang lain .
Hirarki- kebutuhan menurut Abraham Maslow yang dikutip oleh Kotler (1993:43-56), adalah sebagai berikut :
1.Kebutuhan fisiologis, misalnya; makan, minum, tempat tinggal dan sebagainya.
2.Kebutuhan akan keselamatan, misahya; perlindungan dari bahaya, ancaman, perasaan aman dan lain sebagainya
3.Kebutuhan sosial, misalnya; perasaan menjadi anggota lingkungan, cinta kekeluargaan, kesenangan, pengakuan orang lain atau kelompok.
4.Kebutuhan akan penghargaan, misalnya; harga diri, status dan reputasi.
5.Kebutuhan pernyataan din, misalnya; pengembangan dan perwujud diri, penyelesaian pekerjaan dan kreatifitas.
b. Persepsi
Persepsi menurut Kotler (1993:240) adalah : “Proses dimana seseorang memilih, mengorganisasi dan mengartikan masukan  informasi untuk menciptakan suatu gambaran yang berarti dari dunia ini”.
Faktor utama dalam persepsi yaitu:
1.Stimulus faktor Yaitu faktor yang merupakan sifat fisik suatu obyek seperti ukuran, warna dan ketajaman.
2.Individual faktor. Yaitu faktor yang merupakan sifat-sifat individual yang tidak hanya meliputi proses, tetapi juga pengalaman diwaktu yang lampau pada hal yang sama. Dalam keadaan yang sama, persepsi seseorang terhadap produk dapat berbeda  dengan persepsi orang lain.
c. Sikap
Sikap menurut Kotler dan Armstrong (1997:173) adalah : “Evaluasi, peranan dan kecenderungan seseorang yang konsisten  menyukai atau suatu objek atau gagasan”. Sikap konsumen berdasarkan pada pandangan terhadap proses belajar baik dari pengalaman ataupun orang lain. Sikap setiap orang berbeda-beda menurut bagaimana cara seseorang memandang atau menilai  sesuatu dan diharapkan bahwa sikap seseorang dapat menentukan prilaku dari orang tersebut dan dari sikap seseorang juga diharapkan  dapat mengetahui cara berpikir seseorang yang dipengaruhi tingkat pmdidikannya.
Sikap menurut Winardi (I 991 : 135) adalah : “Suatu keadaan mudah terpengaruh yang dipelajari untuk bereaksi dengan cara yang  positif atau positif secara konsisten sehubungan dengan obyek tertentu”. Secara umum sikap dibentuk oleh informasi yang diperoleh  seseorang melalui pengalaman masa lalu dan hubungan dengan kelompok acuan mereka (keluarga dan kelas sosial).


d. Kepribadian
Kepribadian menurut Swastha dan Handoko (1997:170) adalah : “Karakteristik psikologis yang berbeda dari setiap orang yang memandang respomya terhadap lingkungan yang relatif konsisten “. Kepribadian seseorang dapat dikatakan sama seperti percaya diri, menghargai sesama, bersifat sosial, berjiwa romantis dan sebagainya
e. Belajar
Belajar menggmbarkan perubahan dalam perilaku seseorang individu yang bersumber dari pengalaman. Seringkali perilaku manusia  diperoleh dari mempelajari sesuatu. Menurut Swastha dan Handoko (1 987:84) definisi belajar adalah : “Belajar adalah perubahan-perubahan perilaku yang terjadi sebagai basil akibat adanya pengalaman perubahan-perubahan perilaku tersebut, bersifat tetap atau permanen dan bersifat iebih fleksibel.

PENGEMBANGAN IDE TOPIK KERJA PROYEK


BAB II
PENGEMBANGAN IDE TOPIK KERJA PROYEK

2.1. Identifikasi Projek
Biasanya untuk tahapann ini diperlukan ‘Penilaian Kebutuhan’ untuk mengetahui apa saja kebutuhan masyarakat dan siapa saja yang terpengaruh. ‘Penilaian Kebutuhan’ ditindak lanjuti dengan ‘Penilaian Kapasitas’ untuk mengetahui kekuatan apa saja yang dimiliki oleh masyarakat tersebut yang dapat digunakan untuk menangulangi masalah yang ada.
Langkah langkah dalam mengidentifikasi proyek:
1. Menentukan cakupan proyek langkah untuk mengembangkan sebuah rencana proyek (produk or jasa untuk pelangan) Menggunakan daftar cakupan proyek:. Sasaran proyek DeliverabelMilestone Persyaratan teknis Batasan dan perkecualian Tinjauan ulang dengan pelanggan
2. Menetapkan prioritas proyek kualitas dan sukses sebuah proyek umumnya ditentukan jika proyek memenuhi dan atau melebihi harapan pelanggan dan atau manajer puncak dalam hal biaya (anggaran), waktu (jadwal) dan kinerja (cakupan) proyek. a. batasan kriteria b. peningkaan kriteria c. kriteria yg diterima
3. Membuat WBS (Work Breakdown Structure) sekali cakupan dan deliverable telah dikenali, pekerjaan proyek dapat dibagi menjadi elemen-elemen pekerjaan yg lebih kecil. (peta proyek)
a. pengelompokan WBS
b. bagaimana WBS membantu manajer proyek - membantu membuat rencana, jadwal, dan anggaran. - memberi suatu kerangka untuk menelusuri biaya dan kinerja. - menentukan saluran-saluran komunikasi dan membantu pemahaman dan koordinasi banyak bagian dari proyek.
c. mengembangkan WBS Untuk mengkaji ulang WBS Menentukan pekerjaan (apa)Mengidentifikasi waktu untuk menyelesaikan sebuah paket kerja (berapa lama)Mengidentifikasi anggaran time phased untuk menyelesaikan sebuah paket kerja (biaya)Mengidentifikasi sumber daya yg diperlukan untuk menyelesaikan sebuah paket kerja (berapa banyak)Mengidentifikasi satu orang yg bertanggungjawab untuk unit-unit kerja (siapa)Mengidentifikasi titik-titik monitoring untuk mengukur kemajuan
4.      Mengintegrasikan WBS dan Organisasi Bagian integral dari WBS adalah menentukan unit-unit organisasi yg bertanggungjawab melakukan pekerjaan. Dalam praktik, hasil akhir dari proses tersebut adalah organization breakdown structure (OBS) Tujuan OBS Menyediakan suatu kerangka untuk meringkas kinerja unit organisasi, mengidentifikasi unit organisasi yang bertanggung jawab untuk paket kerja dan mengikat unit organisasi kepada akun pengendalian biaya.
 5.    Pengodean WBS untuk Sistem Informasi Kode digunakan untuk menggambarkan tingkat dan elemen-elemen pada WBS, unsur-unsur organisasi, paket kerja, dan informasi anggaran dan biaya.Rollup proyekStruktur uraian prosesMatriks tanggung jawab




2.2. Formulasi Proyek
Formulasi adalah bentuk penyederhanaan situasi nyata menjadi bentuk matematis, formulasi memiliki 5 tahap implementasi sebagai berikut :
Tahap I
Pengumpulan dan Analisis Keterangan Strategi, adalah tugas para eksekutif organisasi untuk dapat menilai kecenderungan-kecenderungan yang terjadi pada saat ini dan yang akan datang.
Tahap II
Formulasi Strategi. Tim ini pulalah harus memeriksa beberapa masa depan alternatif dan menyeleksinya serta menciptakan profil atau visi strategis. Kekuatan formulasi sangat tergantung pada kekuatan proses yang dilalui atau yang dialami oleh tim dalam membuat keputusan.
Tahap III
Perencanaan Proyek Induk Strategi. Dengan menggunakan metode management proyek yang canggih dan benar dimana rencana disusun, dijelaskan, diprioritaskan, ditahap-tahapkan, dijadwalkan, disumberdayakan dan diimplementasikan serta dipantau (diawasi), maka proyek-proyek tersebut dapat dioptimalkan.
Tahap IV
Implementasi Strategi. Tahap ini adalah tahap pelaksanaan (implementasi) yang mana kualitas suatu proyek sangat diharuskan. Untuk itu dibutuhkan suatu sistem komunikasi yang handal, cepat dan akurat yang dimulai dari tingkat rendah (lower management) hingga ke tingkat yang tinggi (top management).
Tahap V
Pemantauan, Peninjauan dan Pembaharuan Strategi. Di tahap ini dibutuhkan indikator internal (kemajuan di bidang tujuan dan langkah strategis, kemajuan proyek) maupun indikator eksternal (validitas asumsi dasar yang menjadi penciptaan visi).

2.3. Mind Mapping
Mind Map adalah sebuah metode untuk mengelola informasi secara menyeluruh. Secara lengkap Mind Map dapat digunakan untuk :
a. Menyimpan informasi
b. Mengorganisasikan informasi
c. Membuat prioritas
d. Belajar memahami informasi dalam konteksnya
e. Melakukan review atas sebuah materi pembelajaran
f. Mengingat informasi secara lengkap
Beberapa manfaat metode pencatatan menggunakan Mind mapping, antara lain:
a.     Tema utama terdefinisi secara sangat jelas karena dinyatakan di tengah.
  1.  Level keutamaan informasi teridentifikasi secara lebih baik. Informasi yang memiliki kadar kepentingan lebih diletakkan dengan tema utama.
  2. Hubungan masing-masing informasi secara mudah dapat segera dikenali.
  3.  Lebih mudah dipahami dan diingat.
  4.  Informasi baru setelahnya dapat segera digabungkan tanpa merusak keseluruhan struktur Mind mapping, sehingga mempermudah proses pengingatan.
  5.  Masing-masing Mind mapping sangat unik, sehingga mempermudah proses pengingatan.
  6. Mempercepat proses pencatatan karena hanya menggunakan kata kunci. (Hari, 2016).
Mind Maping pertama kali dikembangkan oleh Tony Buzan, seorang Psikolog dari Inggris. Beliau adalah penemu  Mind Map (Peta Pikiran), Ketua Yayasan Otak, pendiri Klub Pakar (Brain Trust) dan pencipta konsep Melek Mental. Mind map diaplikasikan di bidang pendidikan, seperti teknik, sekolah, artikel serta menghadapi ujian.
Kelebihan dan Kekurangan mind mapping
Ada beberapa kelebihan saat menggunakan teknik mind mapping ini, yaitu :
  1. Cara ini cepat
  2. Teknik dapat digunakan untuk mengorganisasikan ide-ide yang muncul dikepala anda
  3. Proses mengganbar diagram bisa memunculkan ide-ide yang lain.
  4.  Diagram yang sudah terbentuk bisa menjadi panduan untuk menulis.
Kekurangan model pembelajaran mind mapping:
  1.  Hanya siswa yang aktif yang terlibat
  2. Tidak sepenuhnya murid yang belajar.
  3. Jumlah detail informasi tidak dapat dimasukkan 

PEMBENTUKAN TIM KERJA


BAB I
PEMBENTUKAN TIM KERJA PROYEK

1.1 Alasan Membentuk Tim Kerja
1.         Agar dapat saling bekerjasama dalam menyelesaikan pekerjaan maupun tugas yang sulit. Karna setiap anggota tim tersebut akan diberikan maupun dibagikan tugas nya masing masing yang sesuai dengan kemampuan maupun keahliannya ,oleh karna itu bila stiap anggota timnya mempunyai kemampuan yang berbeda2 akan memberikan keuntungan utama bagi suatu tim dalam penyelesaian tugas yang mudah maupun susah .
2.         Untuk mempermudah hal hal yang sulit tersebut. Adanya kerjasama dan kekompakan tim kerja tersebut membuat pekerjaan maupun tugas menjadi ringan dan cepat dalam mengerjakannya
3.         Bisa saling bertukar pendapat masing masing para anggota kelompok. Saling memberikan saran maupun kritik terhadap pendapat tersebut agar suatu pendapat tersebut menjadi ide yang sempurnA dalam suatu tugas .
1.2  Tahap Pembentukan Tim Kerja
1.         Membentuk atau menentukan suatu kelompok baru, yang pada setiap anggotanya mendapat tugasnya masing masing. Yaitu mencari anggota yang mau masuk di kelompok tim kerja tersebut dengan adanya suatu toleran si saling bekerja sama ,berkomitmen ,bertanggung jawab atas kesalahan stiap anggota masing2 Saling percaya dan bertukar pendapat dalam pembahasan tugas maupun pekerjaan tersebut
2.         Setiap anggota mulai memberikan masukan, pendapat maupun saran yang bagus, maupun ide yang kreatif. Hal ini dilakukan agar pekerjaaan dan tugas tersebut mendapat nilai tambahan
3.         Setiap anggota kelompok mempunyai peranan dan tanggung jawabnya masing masing. Melakukan peranannya tersendiri terhadap tugas tugasnya dan bertanggung jawab jika anggota tersebut melakukan kesalahan
4.         Menyelesaikan tugas maupun pekerjaan dengan lancar tanpa adanya konflik. Hanya fokus dalam tugas tersebut dan tidak membahas hal lain yang tidak penting yang dapat menimbulkan masalah
1.3  Beberapa Masalah Utama Dalam Pembentukan Tim Kerja
1.    Memilih Ketua kelompok memilih pemimpin dalam anggota tersebut agar dapat mengatur semua kegiatan dengan baik dan tertata.
2.    Mengambil keputusan untuk tugas masing masing anggota kelompok. menentukan tugas masing2 sesuai dengan kemampuan anggota tersebut.
3.    Adanya konflik dalam kelompok tersebut. adanya perselidihan pendapat yang terlalu tidak terima dengan pendapat anggota lain akan menimbulkan masalah pada kelompok tim kerja tersebut. 
1.4.  Kriteria Anggota Tim Kerja
a.  Sikap yang baik dan santun tidak melakukan sikap yang buruk terhadap anggotanya .bersikap sopan dan santun terhadap sesama anggota maupun dengan kelompok lain,
b.  Jujur dalam perkataan dan perbuatannya
c.  Bertanggung jawab pada kesalahan yng dilakukannya
d. Dapat dipercayai terhadap tugas yang di berikan
e.  Kecerdasan dalam membuat tugas tersebut menjadi menarik